SEMARAKNYA PENUTUPAN FESTIVAL ARAKAN SAHUR DI TANJAB BARAT, EVENT TAHUNAN DINANTI MASYARAKAT

Kuala Tungkal – Pukulan demi pukulan dirangkai menjadi alunan musik untuk menarik perhatian masyarakat khususnya dewan juri. Masyarakat Tanjung Jabung Barat, khususnya Kuala Tungkal pastinya menantikan sebuah ajang yang bergengsi setiap tahunnya, yaitu Festival Arakan Sahur.

Festival ini diadakan setiap tahunnya di Bulan Suci Ramadhan dalam rangka melestarikan wisata religi yang sudah menjadi ciri khas Kuala Tungkal. Peserta yang tampil pun tidak hanya sekedar menunjukkan kreativitas dan keahliannya dalam memadukan ketukan demi ketukan, tetapi menjadi yang terbaik untuk mendapat hadiah puluhan juta.

Hadiah dari pemerintah kabupaten Tanjab Barat melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga akan diberikan langsung oleh Bupati Tanjab Barat, Safrial setelah pelaksanaan Shalat Ied. Jumlah partisipasi peserta pada bulan Ramadhan 1440 H/2019 ini meningkat bila dibandingkan dari tahun sebelumnya, dimana jumlah sekarang 15 peserta. Dari awal pelaksanaan Minggu (5/5/2019) lalu, hingga malam penutupan Sabtu (26/5) malam, peserta menampilkan performa yang terbaik.

“Kita ingin menampilkan yang terbaik, setiap penampilan selalu ada yang berbeda. Itu warna yang kami berikan,” ujar Jalil, peserta dari Masjid Al Munnawarah sembari mengungkapkan kerinduannya mendapatkan juara.

Alunan musik musik yang terdengar begitu menggelar menandakan semangat peserta memainkan alat musik yang telah disiapkan diatas gerobak.

Tidak hanya alat musik, kemilau lampu turut mewarnai setiap penampilan mereka. Warna warni lampu tersebut turut memberikan semangat kepada peserta. Tak kalah unit dan menyedot perhatian masyarakat, tampilan maket dari masing masing peserta. Maket miniatur masjid yang ditampilkan menandakan asal masjid darimana ikut berpartisipasi. Selain itu ada bentuk juga udang, ikan cempakul, burung hingga kaligrafi tulisan Arab.

Hingga penampilan ke empat, antusiasme masyarakat dan semangat peserta bersatu padu dalam malam penampilan festival arakan sahur ini. Peserta dari berbagai kalangan, mulai anak kecil, remaja masjid hingga dari pesantren. Semestinya beristirahat, ditengah malam yang larut mereka harus mengeluarkan sedikit energinya untuk menampilkan yang terbaik. Dari penampilan mereka, masyarakat pun merasa terhibur. Sehingga mereka tak rela melewatkan dari penampilan luar biasa peserta.

Hal itu bisa disaksikan dari hadirnya ribuan pasang mata yang memadati setiap jalan yang menjadi rute arakan sahur ini. Hampir tidak ada celah untuk menembus barisan penonton itu. Bahkan pengendara yang hendak melintas harus rela mengambil jalur lain yang cukup jauh agar sampai ketempat tujuan. Kerumunan massa (penonton) itu sangking penasaran untuk menyaksikan pukulan demi pukulan untuk menghasilkan irama yang menggugah kegirangan hati.

Itu pula yang membuat petugas sedikit kewalahan mengatasi setiap penonton yang ingin menyaksikannya dari barisan terdepan. Sehingga mereka (petugas) harus berulang kali mengingatkan dan menyuruh untuk mundur dari barisan. Sebab bila tidak mundur tentunya akan peserta untuk melintas. Sebab ukuran setiap maket dari masing masing peserta berbeda, dari kecil, sedang hingga besar.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *