UNIK DAN KHASNYA KOPI LIBERIKA KUALA TUNGKAL

KUALA TUNGKAL – Setelah mendapatkan pengakuan Hak Paten dan Sertifikat Indikasi Geografis dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia, kopi Liberika Tungkal komposit semakin populer di kalangan pencinta kopi, khususnya di negara tercinta Indonesia.

Sertifikat Indikasi Geografis diberikan kepada suatu produk yang memiliki reputasi dan kekhasan tertentu yang sesuai dengan geografis tertentu.

Unik dan khasnya kopi Liberika Tungkal Komposit ini lantaran dibudidayakan di daerah gambut dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi.

Dari segi bentuk, kopi Liberika juga mempunyai bentuk yang lebih besar dibandingkan jenis kopi arabika dan robusta.

Didukung dengan aspek mutu yang baik dan citarasa kopi yang unik, membuat kopi ini terkenal di pasar kopi domestik maupun luar negeri khususnya Malaysia. Hal ini juga membuat harga kopi Liberika Tungkal lebih mahal dari jenis arabika maupun robusta.

Pengamatan dilapangan, harga kopi Liberika dalam bentuk green bean biasa dijual kisaran 40.000 Rupiah.

Selain green bean dan roasting green bean, masyarakat juga mengolah kopi Luwak dari jenis liberika ini. Kopi Luwak yang dihasilkan bukan dari penangkaran Luwak, melainkan luwak liar yang hidup disekitar perkebunan kopi.

Masyarakat biasanya mengumpulkan biji kopi dari kotoran Luwak yang jatuh disekitar kebun kopi mereka. Kopi Luwak dari jenis Leberika ini harganya terbilang tinggi. Setiap 1 Kg kopi luwak liberika ini dihargai sampai 200.000 rupiah untuk olahan green bean asalan.

Saat ini, kopi Liberika Tungka di budidayakan oleh masyarakat kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Menurut salah satu pengembang yang enggan disebutkan namanya, di Kecamatan Betara ada beberapa jenis olahan kopi Liberika ini, dari mulai green bean asalan atau kopi pecah kering ukuran campuran, roasting green bean atau biji kopi yang sudah disangrai, dan kopi bubuk atau kopi yang sudah siap seduh.“Pada umumnya masyarakat Kecamatan Betara mengolah kopi sampai pada tahap green bean. Hal ini disebabkan karena alat pengolahan kopi masih terbatas. Untuk produk dalam bentuk green bean asalan, masyarakat biasa mengolah secara mandiri”, kata sumber terpercaya ini kepada RJC.

Pemasaran kopi Liberika ini pun sudah mulai berkembang, dulu masyarakat hanya menjual ke pengepul yang ada disekitar desa mereka. Sekarang, pemasaran kopi Liberika tersedia dari bererapa alternatif seperti UMKM, koperasi, LKM-A, Kelompok tani, atau pun kedai kopi bentukan masyarakat.

Salah satu tempat pemasaran kopi liberika adalah gerai UMKM yang digagas Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Mekar Sejahtera binaan Bank Indonesia. Di gerai ini menyediakan berbagai produk olahan kopi Liberika, dari kopi Liberika Cerry atau buah kopi utuh sampai kopi Liberika siap minum.

Ari, salah seorang penikmat kopi Liberika Tungkal mengungkap kagum dengan cita rasa kopi asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat itu. Selain nikmat, kopi yang sudah terkenal luas ini juga memiliki aroma yang begitu menggoda penikmat kopi.”Nikmat, kopi Liberika memang bener-bener nikmat banget mas. Kopi ini memiliki cita rasa tersendiri,”ungkap Ari saat dibincangi RJC di gerai UMKM kopi Liberika yang berada di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabbar. (Rakyat Jambi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *