{"id":3391,"date":"2015-01-19T08:13:55","date_gmt":"2015-01-19T01:13:55","guid":{"rendered":"http:\/\/tanjabbarkab.go.id\/site\/?p=3391"},"modified":"2015-01-19T08:13:55","modified_gmt":"2015-01-19T01:13:55","slug":"9-renungan-motivasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/?p=3391","title":{"rendered":"9 Renungan Motivasi"},"content":{"rendered":"<p>Berikut ini\u00a0 artikel untuk merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri (Self Reframing) :<\/p>\n<p>1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI<\/p>\n<p>\u201cDia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat.<br \/>\nDia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.\u201d (Lao Tze)<br \/>\nPerenungan Diri:<br \/>\n1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 \u2013 2 menit.<br \/>\n2. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.<br \/>\n3. Tanyakan ke dalam diri sendiri: \u201cApakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?\u201d<br \/>\n4. Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.<br \/>\n5. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.<br \/>\n6. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.<span id=\"more-431\"><\/span><br \/>\n7. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.<br \/>\n8. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: \u201cBesok mau senyum aja aaah\u2026\u201d dan tidurlah dengan senyum\u2026 zzz\u2026zzz\u2026<br \/>\nKarena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?<\/p>\n<p>2. BELAJAR DARI KEKALAHAN<br \/>\n\u201cJika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,<br \/>\nsesungguhnya Anda tidak kalah\u201d ( Zig Ziglar )<br \/>\nSaat Anda \u201cmerasa\u201d kalah, lakukan berikut:<br \/>\n&#8211; Duduk diam dan tarik nafas panjang<br \/>\n&#8211; Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)<br \/>\n&#8211; Ambil pelajaran dari kekalahan itu<br \/>\n&#8211; Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur<br \/>\n&#8211; Hembuskan nafas secepat mungkin<br \/>\n&#8211; Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin<br \/>\n\u201cJika Anda belajar sesuatu dari kekalahan,<br \/>\nsesungguhnya Anda tidak kalah\u201d<br \/>\nPasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama \u201ckalah\u201d.<\/p>\n<p>3. PELAUT TANGGUH \u2026<br \/>\n(Bayangkan WS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)<br \/>\nHidup adalah rangkaian masalah.<br \/>\nJika kita melihatnya sebagai masalah.<br \/>\nHidup adalah rangkaian tantangan.<br \/>\nJika kita melihatnya sebagai peluang.<br \/>\nTantangan penting untuk otot pikiran.<br \/>\nTantangan membuat kita bertumbuh.<br \/>\nTantangan membuat kita kreatif.<br \/>\n(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)<br \/>\nBersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.<br \/>\nKarena artinya kita memiliki peluang.<br \/>\n(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)<br \/>\nYa, sebuah peluang untuk Menang.<br \/>\nPepatah kuno mengatakan:<br \/>\n\u201cLautan yang tenang,<br \/>\ntidak menghasilkan pelaut yang tangguh\u201d<br \/>\nAtasilah masalah dengan:<br \/>\nTetaplah tersenyum.<br \/>\nTetaplah bergandengan tangan.<br \/>\nKita hanyalah berbeda, itu saja.<\/p>\n<p>4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES<br \/>\n\u201cTidak Ada Jalan yg Mulus utk Sukses,<br \/>\nGiat Bekerja Adalah Kuncinya\u201d (George G Williams )<br \/>\nPerenungan Diri:<br \/>\nHasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuat<br \/>\notot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan<br \/>\n\u201cotot\u201d di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.<br \/>\n\u201cAnda tidak mungkin memahami Work Smart,<br \/>\nsebelum Anda memiliki mental Work Hard\u201d (Krishnamurti)<br \/>\nSituasi Indonesia boleh tidak menentu,<br \/>\ntetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan.<br \/>\nKita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.<\/p>\n<p>5. SIAPA YANG KAYA?<br \/>\n\u201cSiapa yang kaya?<br \/>\nDia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya.\u201d (Benjamin Franklin)<br \/>\nPerenungan Diri:<br \/>\nBersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuat<br \/>\nkita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenai<br \/>\nsukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan diri<br \/>\nsaja bahwa hal ini benar.<\/p>\n<p>6. CHOOSE TO BE HAPPY \u2026<br \/>\nWe always have a choice<br \/>\nWe can choose to be happy<br \/>\nor we can choose to be grumpy<br \/>\nBut It\u2019s always better, smarter and wiser<br \/>\nto choose to be happy\u2026 (Melody Ross)<\/p>\n<p>Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)<br \/>\n\u201cBukankah hidup ini adalah pilihan?\u201d (baca lebih lambat)<br \/>\n\u201cBukankah hidup ini adalah pilihan?\u201d (baca lebih lambat lagi)<br \/>\n\u201cBukankah hidup ini adalah pilihan?\u201d<\/p>\n<p>7. SETIA PADA HAL KECIL<br \/>\nBukan tindakan besar dan hebat,<br \/>\nyang menentukan hidup kita,<br \/>\nmelainkan kesetiaan dalam menekuni<br \/>\npekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti \u2026. (bunda Teresa)<br \/>\nPerenungan Diri:<br \/>\nBacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap.<br \/>\nBisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan.<br \/>\nBoleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap.<br \/>\nAtau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.<br \/>\n\u201ckesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil\u201d<br \/>\n\u201ckesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti\u201d<br \/>\nYa, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna.<br \/>\nDan, tekad besar untuk menelannya.<br \/>\nAgar jadi bagian indah dalam gelora darah kita.<br \/>\nKarena sang musuh adalah di ego diri.<br \/>\nTapi, mungkin!<\/p>\n<p>8. IMPIAN PERLU UJIAN<br \/>\n(Baca gaya retorik Bung Karno)<br \/>\nkala impian membuat kita berbeda<br \/>\nkala cara pikir kita ditertawakan<br \/>\nkala senyuman kita disiniskan<br \/>\nkala warna semangat mulai meluntur<br \/>\nkala impian membuat hati bias<\/p>\n<p>justru teruslah maju dan berpegang<br \/>\nteruslah berpegang pada impian kita<br \/>\nbangunlah keyakinan demi keyakinan<\/p>\n<p>bukankah layang-layang terbang tinggi<br \/>\nkarena melawan arah angin<\/p>\n<p>(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)<br \/>\nimpian kita hanya perlu diuji<br \/>\ndiuji untuk membangun keyakinan<br \/>\n(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)<br \/>\nkeyakinan untuk mencapainya<\/p>\n<p>9. TUM SPIRO, SPERO<br \/>\n\u201cTum Spiro, Spero\u201d artinya:<br \/>\n\u201cSelama Kita Bernafas, Kita Berusaha\u201d<br \/>\nBuanglah kata menyerah dalam hidup ini.<br \/>\nHidup ini sangat berarti, berkaryalah.<br \/>\nKarena kita adalah manusia, makhluk luar biasa.<br \/>\nTeruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.<\/p>\n<p>Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst\u2026 diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.<\/p>\n<p>Hening membuat bening\u2026<br \/>\nBening membuat jelas\u2026<\/p>\n<p>Krishnamurti<\/p>\n<p>Sumber : http:\/\/www.emotivasi.com\/2008\/09\/07\/9-renungan-motivasi\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut ini\u00a0 artikel untuk merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri (Self Reframing) : 1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI \u201cDia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat. Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super.\u201d (Lao Tze) Perenungan Diri: 1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 \u2013 2 menit. 2. Lakukan refleksi kegiatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[],"tags":[],"class_list":["post-3391","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3391"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3391\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}