{"id":15190,"date":"2019-02-04T13:35:11","date_gmt":"2019-02-04T06:35:11","guid":{"rendered":"http:\/\/tanjabbarkab.go.id\/site\/?p=15190"},"modified":"2019-02-04T13:35:11","modified_gmt":"2019-02-04T06:35:11","slug":"presiden-minta-kaji-potensi-bencana-dan-giatkan-edukasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/?p=15190","title":{"rendered":"PRESIDEN MINTA KAJI POTENSI BENCANA DAN GIATKAN EDUKASI."},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SURABAYA<\/strong>, Kominfo &#8211; Presiden Joko Widodo mendorong para Gubernur, Bupati\/Walikota agar melibatkan akademisi, pakar-pakar kebencanaan untuk mengeliti, melihat titik-titik mana yang rawan bencana. meneliti, mengkaji, menganalisis potensi-potensi bencana yang kita miliki.<br \/>\nHal itu dimaksudkan agar kita mampu memprediksi ancaman dan mengantisipasi serta mengurangi dampak bencana. Sehingga kita tahu misalnya akan ada megathrust, pergesaran lempengan misalnya.<br \/>\n\u201cKalau pakar sudah berbicara ya disosialisasikan ke masyarakat, bisa lewat pemuka agama, bisa lewat pemda. Ini penting sekali,\u201d tegas Presiden saat memberikan sambutan pada pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana BNPB dengan BPBD Seluruh Indonesia 2019, di JX International Exhibition, Surabaya, Jatim, Sabtu (02\/02\/2019) pagi.<br \/>\nPresiden mengingatkan, negara kita berada dalam garis-garis cincin api sehingga setiap pembangunan dan rancangan pembangunan ke depan harus dilandaskan pada aspek-aspek pengurangan resiko bencana.<br \/>\n\u201cBappeda harus mengerti dimana daerah merah, daerah hijau. Rakyat harus betul-betul dilarang untuk masuk ke dalam tata ruang yang sudah diberi tanda merah,\u201d kata Presiden.<br \/>\nPresiden menegaskan, rakyat harus betul-betul dilarang untuk masuk ke dalam tata ruang yang sudah diberi tanda merah. Mereka harus taat dan patuh terhadap rencana tata ruang.<br \/>\n\u201cBencana kita selalu berulang, tempatnya di situ-situ saja. Di NTB tahun 19778 ada, di Palu tahun 1978\/1979 juga ada. Ada siklusnya,\u201d jelas Presiden.<br \/>\nApabila ada kejadian bencana, lanjut Presiden, maka gubernur akan menjadi satgas darurat, dan Pangdam dan Kapolda akan menjadi wakil komandan satgas. Ia meminta jangan sedikit-sedikit langsung naik ke pusat.<br \/>\nEdukasi Kebencanaan<br \/>\nDalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa pembangunan sistem peringatan dini yang terpadu, yang berbasiskan rekomendasi dari pakar, hasil kajian, hasil penelitian akademisi dan pakar harus dipakai.<br \/>\n\u201cDaerah harus sudah mulai bangun itu. Nasional juga akan kita kerjakan itu,\u201d ujar Presiden seraya meminta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo untuk mengoordinasikan semua Kementerian\/Lembaga (K\/L) terkait agar sistem ini segera terwujud dan dipelihara.<br \/>\n\u201cSaya lihat video di Jepang, masyarakat lagi makan, ada gempa, ya tetap makan. Tapi begitu sirine nguing-nguing, baru lari tapi rutenya jelas ke arah mana. Hal-hal seperti ini yg harus mulai kita kerjakan,\u201d tutur Presiden.<br \/>\nUntuk itu, Presiden meminta agar edukasi kebencanaan harus segera dimulai. Baik di masyarakat, sekolah, terutama di daerah rawan bencana. Sehingga papan peringatan diperlukan. \u201cRute evakuasi harus ada. Harus jelas rute evakuasi kemana,\u201d ujarnya.<br \/>\nPresiden juga meminta dilakukannya simulasi latihan penanganan bencana secara berkala dan teratur untuk mengingatkan masyarakatsecara berkesinambungan sampai ke tingkat paling bawah RT, RW. Sehingga masyarakat kita betul-betul siap menghadapi bencana.<br \/>\nTampak hadir dlam kesempatan itu antara lai Yang mendampingi Kepala BNPB Doni Monardo, Sekretaris Kabiet (Seskab) Pramono Anung, dan Gubernur Jatim Soekarwo.<br \/>\nSumber : https:\/\/www.kominfo.go.id\/content\/detail\/16142\/presiden-minta-kaji-potensi-bencana-dan-giatkan-edukasi\/0\/berita<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SURABAYA, Kominfo &#8211; Presiden Joko Widodo mendorong para Gubernur, Bupati\/Walikota agar melibatkan akademisi, pakar-pakar kebencanaan untuk mengeliti, melihat titik-titik mana yang rawan bencana. meneliti, mengkaji, menganalisis potensi-potensi bencana yang kita miliki. Hal itu dimaksudkan agar kita mampu memprediksi ancaman dan mengantisipasi serta mengurangi dampak bencana. Sehingga kita tahu misalnya akan ada megathrust, pergesaran lempengan misalnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":15191,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-15190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15190"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15190\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanjabbarkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}