diskominfo@tanjabbarkab.go.id 0742-21593

MASUKI MUSIM KEMARAU, BPBD TANJAB BARAT TINGKATKAN KEWASPADAAN KARHUTLA.

TAJABBARAT-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjab Barat menemukan adanya beberapa titik api yang terpantau melalui citra satelit di wilayah Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjab Barat.

Kepala BPBD Kabupaten Tanjab Barat, Kosasih mengatakan, berdasarkan pantauan ada beberapa titik api yang terlihat. Namun pihaknya langsung bergerak agar api tidak membesar dan terjadi kebakaran lahan.

“Ini membuktikan jika sekarang telah masuk musim kemarau. Jadi kita harus ekstra waspada,” ujarnya.

Kosasih mengatakan, pada musim kemarau tahun ini, suhu udara akan lebih panas dari tahun sebelumnya.

Karena itu, potensi terjadinya kebakaran akan lebih tinggi.
“Untuk itu, BPBD Tanjab Barat akan lebih meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya kebakaran lahan. Sebab, sekecil apapun percikan api bisa mengakibatkan kebakaran besar. Kebiasaan disini, sering kali masyarakat buka lahan dengan cara dibakar. Makanya kita selalu mengimbau masyarakat untuk berhenti menggunakan cara itu. Biar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan,” ujarnya.

Dijelaskan dia, selain turun melakukan pemantauan, BPBD juga turun memberikan penyuluhan, termasuk membentuk masyarakat peduli api (MPA).

“Selain perlengkapan, peralatan dan personil dari kita, masyarakat dan perusahaan harus kita libatkan juga untuk mencegah dan membantu kita melakukan pemadaman,” tuturnya

Berdasarkan prediksi, puncak kemarau tahun ini diperkirakan akan terjadi antara bulan Juli hingga bulan Agustus nanti.
Pada saat itu, suhu udara akan meningkat lebih tinggi dari biasanya.

“Untuk itu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanjab Barat diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau, terutama mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan,” imbaunya.

Sementara itu, untuk mencegah peristiwa tersebut menjadikan prioritas atau perhatian penuh berbagai pihak untuk mengantisipasinya mengingat Kabupaten Tanjab Barat dan Timur, struktur tanahnya sebagian besar merupakan gambut.

Kodim 0419/Tanjab telah melakukan persiapan dan koordinasi dari bulan-bulan sebelumnya, Mulai dari rapat koordinasi penanganan, penyiapan pusat informasi, latihan dan strategi penanganan, posko penanganan dan sebagainya.

Dandim 0419/Tanjab,Letkol Inf M Arry Yudhistira mengatakan TNI bersama-sama Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas serta institusi lain didukung pemda setempat akan saling bekerja sama untuk menekan angka kebakaran sesuai petunjuk dan arahan Danrem 042/Gapu.

“Semua jajaran telah menyiapkan seluruh alat perlengkapan yang dimiliki seperti kendaraan pengangkut, motor untuk akses ke lokasi kebakaran serta kegiatan sosialisasi, UAV untuk pemantauan dan penentuan titik sumber api serta mesin air, namun yang paling utama adalah perlengkapan keselamatan personel mengingat pemadaman api dapat membahayakan diri sendiri,” ungkap Dandim.

Letkol Arry Yudistira juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam mengelola kebun maupun lahan agar terhindar dari bencana kebakaran karena dampaknya multiefek, terutama kesehatan.

“Menghadapi musim kemarau tahun ini saya menghimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam mengelola kebun maupun lahan sehingga tidak menimbulkan bencana kebakaran karena dampak bencana kebakaran tidak hanya ke perekonomian saja, tetapi juga dapat berdampak kepada kualitas kesehatan puluhan bahkan sampai ratusan ribu orang,” Pesan Letkol M Arry Yudistira.

Dandim 0419/Tanjab juga mengharapkan bukan hanya masyarakat secara luas, pihak pengusaha perkebunan, perusahaan dan berbagai pihak turut pro aktif mendukung penanganan Karhutla.

“Ya Begitu pula dengan pihak-pihak perusahaan, pengusaha perkebunan dan yang lainnya agar turut serta membantu mendukung penanganan bencana karhutla. Harapan kita juga, bisa melakukan tindakan pencegahan daripada penindakan,” Pungkas Dandim Letkol M Arry Yudistira.

Sumber : http://radarjambi.co.id/read/2019/07/03/21732/beberapa-titik-api-ditemukan–di-wilayah-tanjabbar/

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.