ANTISIPASI DBD, DINKES FOGGING RIBUAN RUMAH WARGA

KUALA TUNGKAL – Memasuki musim pancaroba atau musim penghujan memicu perkembangan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), tak ayal puluhan warga Tanjab Barat terserang DBD.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tanjabbar, setidaknya ada 90 warga terserang salah satu penyakit yang menyebabkan kematian tersebut.

Guna mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD tersebut, pihak Dinkes Tanjab Barat melakukan fogging ribuan rumah warga.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Barat dr. Hj. Andi Pada, M.Kes melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), dr. Johanes. J. Sitorus, mengungkaplan pihaknya sudah melakukan antisipasi dini terhadap pemberantasan penyakit yang diakibatkan Nyamuk. Seiring dengan masuknya musim penghujan.

“Kita sudah melakukan Penyemprotan di dua Kecamatan. Yakni Kecamatan Tungkal Ilir dan Kecamatan Betara,” ujarnya, Senin (13/11/17).

Untuk kegiatan fogging kata Johanes menjelaskan, di wilayah Kecamatan Tungkal Ilir dilakukan di 8 (delapan) kelurahan. Sedangkan di Kecamatan Betara ada satu Desa.

“Dari dua kecamatan ini pula ada sekitar 5 ribu rumah yang di fogging untuk antisipasi penyumbang terbanyak penyakit DBD,” terangnya.

Selain itu sambung Johanes, pihaknya  juga melaksanakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Dalam PSN ini kita melakukan pemantau jentik dengam melaksanakan kegiatan satu rumah satu Jumantik di Puskesmas. Antisipasi yang dilakukan guna mengatasi penyakit DBD ini mulai dari Fogging, Pemantauan Jentik dan PSN,” terangnya.

Alhasil hingga hari ini Senin (13/11), kasus yang DBD yang terdata 90 Kasus tanpa kasus kematian. “Cenderung mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yakni 190 kasus dengan 2 kematian,” beber Johanes.

Dengan Jumantik dan PSN serta Fogging angka kesakitan dan kematian akibat DBD dapat ditekan.

“Dinkes berharap, mudah-mudahan hingga akhir tahun 2017 jumlah penderita tidak bertambah,” tukasnya.

Sumber : Lintas Tungkal

Add Comment